NEWS Pangkajane Sidenreng – Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) mencatatkan capaian luar biasa dalam kinerja ekonominya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan.

Ekonomi Pangkep tumbuh sebesar 7,97 persen pada triwulan II tahun 2025, menjadikannya daerah dengan pertumbuhan tertinggi di antara 24 kabupaten/kota di Sulsel. Angka ini melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi provinsi yang hanya mencapai 5,12 persen.
Baca Juga : Tabrakan 2 Motor di Pangkep, IRT Bonceng 2 Anaknya Tewas
Kepala BPS Sulsel, dalam laporannya, menjelaskan bahwa laju pertumbuhan ekonomi Pangkep dipicu oleh peningkatan signifikan di sektor industri pengolahan, pertanian, serta transportasi dan pergudangan. “Kinerja sektor industri semen, perikanan tangkap, dan distribusi logistik menjadi pendorong utama pertumbuhan yang impresif ini,” ujarnya.
Industri dan Perikanan Jadi Penopang Utama
Sektor industri pengolahan tetap menjadi tulang punggung ekonomi Pangkep dengan kontribusi lebih dari 40 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Perusahaan besar seperti Semen Tonasa dan sejumlah industri pendukungnya memperlihatkan peningkatan kapasitas produksi selama kuartal kedua tahun ini.
Selain itu, sektor perikanan tangkap dan budidaya juga menunjukkan tren positif seiring dengan meningkatnya permintaan ekspor hasil laut, khususnya ke wilayah Kalimantan dan Jawa. Pemerintah daerah mencatat, volume ekspor hasil perikanan dari pelabuhan Paotere dan pelabuhan Biringkassi mengalami kenaikan hingga 12 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Pembangunan Infrastruktur Dorong Aktivitas Ekonomi
Pemerintah Kabupaten Pangkep melalui berbagai proyek strategis turut memperkuat fondasi ekonomi daerah. Pembangunan infrastruktur jalan penghubung antar kecamatan, perluasan kawasan industri, dan peningkatan fasilitas pelabuhan disebut menjadi faktor penting dalam memperlancar distribusi barang dan jasa.
Wakil Bupati Pangkep, Syahban Sammana, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. “Kami fokus menciptakan iklim investasi yang kondusif, mempercepat pembangunan infrastruktur, serta meningkatkan produktivitas UMKM dan nelayan,” ujarnya dalam konferensi pers di kantor bupati.
Tantangan: Menjaga Konsistensi dan Pemerataan
Meski menunjukkan kinerja impresif, pemerintah daerah diingatkan untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan tersebut. Ekonom dari Universitas Hasanuddin, Dr. Rahman Amir, menilai bahwa tantangan utama Pangkep ke depan adalah pemerataan pertumbuhan antar wilayah dan peningkatan kualitas tenaga kerja lokal.
“Pangkep perlu memperkuat sektor pendidikan dan pelatihan kerja agar tenaga lokal mampu beradaptasi dengan perkembangan industri. Selain itu, diversifikasi ekonomi harus terus dikembangkan agar tidak terlalu bergantung pada sektor industri besar,” katanya.
Dengan pertumbuhan 7,97 persen di triwulan II 2025, Pangkep menunjukkan potensi besar sebagai salah satu motor ekonomi baru di Sulawesi Selatan. Pemerintah daerah pun optimistis tren positif ini dapat dipertahankan hingga akhir tahun dengan dukungan investasi berkelanjutan dan kebijakan pro-rakyat.








